Showing posts with label Wajah. Show all posts
Showing posts with label Wajah. Show all posts

5 Wajah Mengerikan Akibat Operasi Plastik

4 comments

type='html'>Operasi plastik biasa dilakukan untuk mendapatkan wajah yang cantik dan sempurna namun tidak jarang operasi plastik yang dilakukan ternyata gagal dan membuat wajah yang dioperasi tadi bukan terlihat cantik malah menjadi mengerikan seperti monster.

Nah berikut ini ada beberapa wajah hasil operasi plastik yang malah terlihat mengerikan, kamu mau tahu seperti apa? Simak berikut ini menurut unikgaul.com:


1. Cairan Minyak Goreng ke Wajah


Wanita 48 tahun asal Korea bernama Hang Mioku wajahnya menjadi hancur berantakan akibat operasi plastik yang dilakukanya gagal cairan minyak goreng yang disuntikan kewajahnya membuat wajah wanita ini menjadi terlihat mengerikan. unikgaul.com


2. Monster Rp 38 Miliar



Untuk mendapatkan wajah yang sempurna wanita bernama Jocelyn Wildenstein telah menghabiskan uang sebanyak USD 4 juta (Rp 38 miliar) untuk mellakukan operasi plastik namun apa yang ia dapat bukan wajah yang cantik wajahnya malah terlihat mengerikan seperti monster. unikgaul.com

3. Operasi Hidung Lebih Dari 10 Kali



mendiang Michael Jackson setidaknya selama hidupnya telah melakukan operasi plastik pada hidungnya sebanyak 10 kali namun apa yang didapat sepertinya hidung  Michael Jackson tidak terlihat sempurna dan terksan hancur.


4. Injeksi di Bibir Berlebihan



Pete Burns adalah mantan vokalis dari band Inggris Dead or Alive yang terkenal karena lagu You Spin Me Around (Like a Record). Burns melakukan suntikan polyacrylamide ke wajahnya dengan tambahan implan di bagian pipi, hidung, dan penghapusan banyak tato. Pada awal tahun 2006, Burns mengungkapkan bahwa dia menghabiskan hampir seluruh tabungan seumur hidup untuk menjalani 18 bulan operasi bedah rekonstruksi setelah bibirnya mengalami hal mengerikan akibat operasi dulu. unikgaul.com


5. Manusia Kadal



Pria bernama Eric Sprague sangat terobsesi menjadi manusia kadal untuk mewujudkan impianya ini Eric Sprague rela mentato seluruh tubuhnya agar terlihat kadal dan pada bagian wajahnya ia rela melakukan operasi plastik dengan menabah beberapa lima tanduk teflon dipasang di bawah kulit alisnya, giginya menjadi taring dan modifikasi bagian telinga.

READ MORE ...

Inikah Wajah Asli Monalisa??

2 comments

type='html'>
Tidak punya alis bukan suatu hal yang aneh bagi perempuan masa kini yang gemar bersolek. Mencukur habis rambut di atas mata itu sengaja dilakukan agar mempermudah mereka melukis alis yang melengkung sempurna di pagi hari yang sibuk. Tapi Mona Lisa bukan perempuan masa kini. Istri pedagang dari Florentine yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci itu hidup pada abad ke-16.

wajah monalisa

Sehingga muncul berbagai pertanyaan mengapa wanita dalam lukisan itu sama sekali tak memiliki alis, bahkan bulu mata. Beberapa peneliti menyatakan bahwa mencabuti rambut di wajah adalah praktek umum bagi wanita beradab pada masa itu. Sebab, rambut itu dianggap tak elok dilihat. Tentu saja penjelasan ini tak memuaskan banyak penikmat senyum wanita yang penuh tanda tanya itu.

Pascal Cotte adalah salah seorang di antaranya. Warga Paris ini kerap bertanya-tanya mengapa Mona Lisa berbeda dengan lukisan sang maestro lainnya. Da Vinci selalu menggoreskan alis dan bulu mata pada semua lukisannya. Karya Da Vinci yang paling terkenal ini memang bukan barang baru buat Cotte. Pada 1969, Cotte kecil meminjam kartu pass Metro milik ibunya dan pergi ke Museum Louvre untuk melihat sendiri apa yang disebut ibunya sebagai lukisan terindah di dunia.

Bocah 11 tahun itu berdiri berjam-jam di depan lukisan etrsebut, sangat lama sehingga seorang penjaga museum menawarkan kursinya. Sudah 35 tahun berlalu, Cotte--yang kini seorang insinyur teknik--kembali menghabiskan tiga jam di depan lukisan itu. Namun, kali ini ia membawa sebuah kamera raksasa dan izin untuk mengeluarkan lukisan itu dari bingkai dan kotak pengamannya. Foto-foto hasil jepretan Cotte, termasuk mata, mulut, dan tangan yang diperbesar 20 kali lipat, dipamerkan di Metreon, San Francisco, Amerika Serikat.

Foto mata yang diperbesar itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan Cotte. Ketika meneliti foto itu, ia menemukan selembar rambut di dahi kiri Mona Lisa, bukti sesuatu yang dulunya alis. Ada kemungkinan alis ini hilang karena pigmen cat memudar atau terhapus gara-gara upaya restorasi yang ceroboh. "Saya adalah seorang insinyur dan saintis. Bagi saya, semua harus masuk akal," ujarnya. "Tidak masuk akal bahwa Mona Lisa tidak punya alis atau bulu mata. Saya menemukan selembar rambut alisnya."

Selain menemukan alis, Cotte menciptakan reproduksi yang disebutnya definisi tinggi yang paling akurat dari lukisan yang berumur 500 tahun itu. Berkat teknik pemindaian gambar 240 juta piksel yang memakai 13 spektrum warna, termasuk ultraviolet dan inframerah, Cotte bisa menampilkan warna asli lukisan itu ketika baru selesai dikerjakan Da Vinci.

Cotte mengatakan pemindaian digital ultradetail lukisan itu memungkinkan ia menggali secara efektif menembus tumpukan cat yang berlapis-lapis dan melihat wajah asli Lisa Gherardini, wanita dalam lukisan tersebut. "Cukup dengan satu foto, Anda bisa lebih mendalami konstruksi lukisan itu dan mengerti bahwa Leonardo adalah seorang jenius," kata Cotte dalam pembukaan pameran "Da Vinci: An exhibition of Genius" di San Francisco, Rabu lalu.

Kamera supercanggih yang lahir dari keahlian Cotte dalam bidang optik dan cahaya itu membantunya memeriksa lukisan yang menjadi obsesinya. Pria 49 tahun itu memperkirakan tak kurang dari 3.000 jam dihabiskannya untuk menganalisis data hasil pemindaian Mona Lisa yang dibuatnya di laboratorium Louvre pada tiga tahun lalu.

Sensor pendeteksi cahaya dari spektrum warna sampai inframerah dan ultraviolet yang tak terlihat mata manusia itu juga mengungkapkan berbagai detail yang hilang dari lukisan tersebut. Gambar zoom in ini membuat Cotte bisa melihat perubahan posisi tangan kanan istri Francesco del Giocondo itu, yang terletak persis di perutnya.

Sebelum Mona Lisa, tidak pernah ada lukisan potret dengan posisi tangan seperti itu. Meski tak mengetahui alasan Da Vinci, banyak pelukis yang meniru posisi tersebut.

Cotte menemukan pigmen yang berada di bawah pergelangan tangan kanan sama persis dengan gambar selimut yang menutupi lutut Mona Lisa. Hal itu menjelaskan bahwa lengan bawah dan pergelangan tangan tersebut memegang satu sisi selimut. "Pergelangan tangan kanan itu terletak jauh di atas perutnya," kata Cotte. "Tapi, jika dilihat lebih dalam memakai inframerah, Anda akan tahu bahwa ia memegang selimut dengan pergelangan tangannya."

Gambar inframerah itu juga mengungkapkan sketsa yang berada di bawah tumpukan lapisan cat dan pernis. Cotte menyatakan hal itu menunjukkan bahwa Da Vinci juga manusia. "Jika memperhatikan tangan kirinya, Anda bisa melihat posisi pertama jari jemarinya serta mengubah pikiran dan melukisnya dengan posisi lain," katanya. "Bahkan Da Vinci pun punya keraguan."

Hasil analisis Cotte juga mengungkapkan warna asli lukisan itu. Waktu, pernis, dan restorasi menyebabkan lukisan yang kini tersimpan di balik kaca antipeluru itu tampak penuh dengan warna hijau gelap, kuning, dan cokelat.

Namun, foto digital 22 gigabita yang dihasilkan 13 filter warna berbeda, bukan filter tiga atau empat warna yang biasa ditemukan dalam kamera digital pasaran, mengembalikan warna asli lukisan itu. Dalam bentuk aslinya, Mona Lisa memiliki warna biru terang dan putih cemerlang. "Bagi generasi mendatang, kami menjamin Anda akan bisa melihat warna asli lukisan itu," ujar Cotte.

Meski sejumlah sejarawan seni mengungkapkan skeptisisme atas temuannya, Cotte berharap teknik baru ini bisa digunakan sebagai panduan bagi restorasi beragam lukisan kuno di masa depan. Setelah memindai Mona Lisa, Cotte membuat foto dengan resolusi supertinggi dari 500 lukisan, termasuk karya Van Gogh, Brueghel, Courbet, dan pelukis Eropa lainnya. "Untuk mengkomunikasikan warisan budaya bagi anak-anak kita, kami perlu menyediakan informasi sebanyak-banyaknya," ujar Cotte.



http://fenomenalz.blogspot.com/2012/06/inikah-wajah-asli-monalisa.html

READ MORE ...

Wajah Asli Kecebong....(mau tau?)

2 comments

type='html'>
Kecebong atau Berudu bisa disebut sebagai anaknya Katak atau kodok dan binatang amfibia lain. Menurut wikipedia Kecebong atau Beruda adalah proses tahapan pada siklus kehidupan Amfibia, yaitu tahap pra-dewasa atau larva.

Karakteristrik Amfibia memang unik, pada saat dalam proses pra dewasa dalam bentuk kecebong atau Berudu, binatang ini eksklusif hidup di air dan bernafas dengan menggunakan insang sebagaimana halnya dengan ikan.

[imagetag]

Makanan favorit berudu atau kecebong ini adalah alga dan tumbuh-tumbuhan lain, namun ada juga beberapa spesies yang memakan segala macam yang bisa dimakan, termasuk bangkai / daging. Namun setelah menginjak dewasa, umumnya amfibia bermetamorfosa menjadi binatang yang hidup di daratan dan bernafas dengan paru-paru.

Nah, bagi anda mungkin sudah biasa melihat berudu yang berenang hilir mudik di kolam atau comberan air, namun sangat jarang dari anda yang bisa melihat wajah asli sang mahluk unik ini. Berikut ini adalah foto wajah imut seekor Berudu atau kecebong yang berhasil di potret dengan menggunakan microskop resolusi tinggi. Yang menarik, saat difoto tersebut, terlihat sang berudu yang unyu-unyu ini seperti nyengir atau tersenyum Lihat aja sendiri.

[imagetag]

READ MORE ...

EDAN !! Lelaki ini MENYATUKAN WAJAH ANJING ke WAJAHnya

1 comments

type='html'>
COWOK EDAN !! sensasi menjahit dan MENYATUKAN WAJAH ANJING ke WAJAH nya ... paraahhhh....

http://3.bp.blogspot.com/-dwi6YH_P_EQ/T_sEhXqwaWI/AAAAAAAAH3E/_0ulY-2QexM/s1600/13416407448301150.jpg

http://3.bp.blogspot.com/-vLpKf0CVek4/T_sEhCwta5I/AAAAAAAAH24/aH6EOKVSMA8/s1600/13416407469934168.jpg

http://3.bp.blogspot.com/-V5Vik5xGO-s/T_sEhsF3DkI/AAAAAAAAH3Q/lTq6gV6VcT8/s1600/1341640748501239.jpg

http://3.bp.blogspot.com/-3JzzrF2TSs8/T_sEQMoVceI/AAAAAAAAH2g/Xsl3jvRU0wQ/s1600/13416407516194141.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-zME1YICgI0s/T_sEP-1jIZI/AAAAAAAAH2U/aYroVTPmQrg/s1600/13416407527752336.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-IX-_-_t4umY/T_sEQWzZDnI/AAAAAAAAH2s/NPhTk85vdB8/s1600/13416407506905013.jpg

http://2.bp.blogspot.com/-IRItRWHqL1g/T_sEPowS-zI/AAAAAAAAH2I/sX2_xTyBqYM/s1600/13416407537329352.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-WlutzwpfO8g/T_sEPRjpenI/AAAAAAAAH18/1-HP3Acqmq0/s1600/13416407585293155.jpg


sumber : http://www.klikunic.com/2012/07/cowok-edan-sensasi-menjahit-dan.html#ixzz2097tawIx

READ MORE ...

Inikah Wajah Asli Monalisa??

0 comments

type='html'>
Tidak punya alis bukan suatu hal yang aneh bagi perempuan masa kini yang gemar bersolek. Mencukur habis rambut di atas mata itu sengaja dilakukan agar mempermudah mereka melukis alis yang melengkung sempurna di pagi hari yang sibuk. Tapi Mona Lisa bukan perempuan masa kini. Istri pedagang dari Florentine yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci itu hidup pada abad ke-16.

wajah monalisa

Sehingga muncul berbagai pertanyaan mengapa wanita dalam lukisan itu sama sekali tak memiliki alis, bahkan bulu mata. Beberapa peneliti menyatakan bahwa mencabuti rambut di wajah adalah praktek umum bagi wanita beradab pada masa itu. Sebab, rambut itu dianggap tak elok dilihat. Tentu saja penjelasan ini tak memuaskan banyak penikmat senyum wanita yang penuh tanda tanya itu.

Pascal Cotte adalah salah seorang di antaranya. Warga Paris ini kerap bertanya-tanya mengapa Mona Lisa berbeda dengan lukisan sang maestro lainnya. Da Vinci selalu menggoreskan alis dan bulu mata pada semua lukisannya. Karya Da Vinci yang paling terkenal ini memang bukan barang baru buat Cotte. Pada 1969, Cotte kecil meminjam kartu pass Metro milik ibunya dan pergi ke Museum Louvre untuk melihat sendiri apa yang disebut ibunya sebagai lukisan terindah di dunia.

Bocah 11 tahun itu berdiri berjam-jam di depan lukisan etrsebut, sangat lama sehingga seorang penjaga museum menawarkan kursinya. Sudah 35 tahun berlalu, Cotte--yang kini seorang insinyur teknik--kembali menghabiskan tiga jam di depan lukisan itu. Namun, kali ini ia membawa sebuah kamera raksasa dan izin untuk mengeluarkan lukisan itu dari bingkai dan kotak pengamannya. Foto-foto hasil jepretan Cotte, termasuk mata, mulut, dan tangan yang diperbesar 20 kali lipat, dipamerkan di Metreon, San Francisco, Amerika Serikat.

Foto mata yang diperbesar itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan Cotte. Ketika meneliti foto itu, ia menemukan selembar rambut di dahi kiri Mona Lisa, bukti sesuatu yang dulunya alis. Ada kemungkinan alis ini hilang karena pigmen cat memudar atau terhapus gara-gara upaya restorasi yang ceroboh. "Saya adalah seorang insinyur dan saintis. Bagi saya, semua harus masuk akal," ujarnya. "Tidak masuk akal bahwa Mona Lisa tidak punya alis atau bulu mata. Saya menemukan selembar rambut alisnya."

Selain menemukan alis, Cotte menciptakan reproduksi yang disebutnya definisi tinggi yang paling akurat dari lukisan yang berumur 500 tahun itu. Berkat teknik pemindaian gambar 240 juta piksel yang memakai 13 spektrum warna, termasuk ultraviolet dan inframerah, Cotte bisa menampilkan warna asli lukisan itu ketika baru selesai dikerjakan Da Vinci.

Cotte mengatakan pemindaian digital ultradetail lukisan itu memungkinkan ia menggali secara efektif menembus tumpukan cat yang berlapis-lapis dan melihat wajah asli Lisa Gherardini, wanita dalam lukisan tersebut. "Cukup dengan satu foto, Anda bisa lebih mendalami konstruksi lukisan itu dan mengerti bahwa Leonardo adalah seorang jenius," kata Cotte dalam pembukaan pameran "Da Vinci: An exhibition of Genius" di San Francisco, Rabu lalu.

Kamera supercanggih yang lahir dari keahlian Cotte dalam bidang optik dan cahaya itu membantunya memeriksa lukisan yang menjadi obsesinya. Pria 49 tahun itu memperkirakan tak kurang dari 3.000 jam dihabiskannya untuk menganalisis data hasil pemindaian Mona Lisa yang dibuatnya di laboratorium Louvre pada tiga tahun lalu.

Sensor pendeteksi cahaya dari spektrum warna sampai inframerah dan ultraviolet yang tak terlihat mata manusia itu juga mengungkapkan berbagai detail yang hilang dari lukisan tersebut. Gambar zoom in ini membuat Cotte bisa melihat perubahan posisi tangan kanan istri Francesco del Giocondo itu, yang terletak persis di perutnya.

Sebelum Mona Lisa, tidak pernah ada lukisan potret dengan posisi tangan seperti itu. Meski tak mengetahui alasan Da Vinci, banyak pelukis yang meniru posisi tersebut.

Cotte menemukan pigmen yang berada di bawah pergelangan tangan kanan sama persis dengan gambar selimut yang menutupi lutut Mona Lisa. Hal itu menjelaskan bahwa lengan bawah dan pergelangan tangan tersebut memegang satu sisi selimut. "Pergelangan tangan kanan itu terletak jauh di atas perutnya," kata Cotte. "Tapi, jika dilihat lebih dalam memakai inframerah, Anda akan tahu bahwa ia memegang selimut dengan pergelangan tangannya."

Gambar inframerah itu juga mengungkapkan sketsa yang berada di bawah tumpukan lapisan cat dan pernis. Cotte menyatakan hal itu menunjukkan bahwa Da Vinci juga manusia. "Jika memperhatikan tangan kirinya, Anda bisa melihat posisi pertama jari jemarinya serta mengubah pikiran dan melukisnya dengan posisi lain," katanya. "Bahkan Da Vinci pun punya keraguan."

Hasil analisis Cotte juga mengungkapkan warna asli lukisan itu. Waktu, pernis, dan restorasi menyebabkan lukisan yang kini tersimpan di balik kaca antipeluru itu tampak penuh dengan warna hijau gelap, kuning, dan cokelat.

Namun, foto digital 22 gigabita yang dihasilkan 13 filter warna berbeda, bukan filter tiga atau empat warna yang biasa ditemukan dalam kamera digital pasaran, mengembalikan warna asli lukisan itu. Dalam bentuk aslinya, Mona Lisa memiliki warna biru terang dan putih cemerlang. "Bagi generasi mendatang, kami menjamin Anda akan bisa melihat warna asli lukisan itu," ujar Cotte.

Meski sejumlah sejarawan seni mengungkapkan skeptisisme atas temuannya, Cotte berharap teknik baru ini bisa digunakan sebagai panduan bagi restorasi beragam lukisan kuno di masa depan. Setelah memindai Mona Lisa, Cotte membuat foto dengan resolusi supertinggi dari 500 lukisan, termasuk karya Van Gogh, Brueghel, Courbet, dan pelukis Eropa lainnya. "Untuk mengkomunikasikan warisan budaya bagi anak-anak kita, kami perlu menyediakan informasi sebanyak-banyaknya," ujar Cotte.



http://fenomenalz.blogspot.com/2012/06/inikah-wajah-asli-monalisa.html

READ MORE ...

Penampakan Wajah Yesus didinding tembok retak...

1 comments

Dua warga kaget melihat wajah Yesus di sebuah rumah maka China di Sunderland, Inggris, Kamis (28/6/2012).

The Sun melaporkan, Ian Ridley dan Lawrence Boys ketika itu tengah berada di Mayho Chinese Takeaway dan melihat tembok yang rusak yang bentuknya seperti gambar Yesus.

“Saya agak mabuk saat itu dan ingin makan. Saat sedang menunggu pesanan, saya melihat gambar itu, seperti Yesus yang menatap kami. Saya terkejut dan tidak mempercayainya. Ini ajaib,” ujar Ian, 39 tahun.

Ian bertutur, “Yang membuat saya takjub adalah wajah itu menghadap ke gereja St Luke. Saya foto gambar itu dan menunjukkan kepada banyak orang. Mereka juga langsung bisa mengenalinya. Ajaib dan saya tidak bisa mempercayainya.” [tjs]

Bizarre: As two boozed-up men were waiting outside the Mayho Chinese Takeaway in Sunderland they noticed that peeling paint and dirt on the door appeared to form the face of Jesus

Strange: Owner of the takeaway Tony Ho points to the face of Jesus

READ MORE ...

Karena Sebatang Rokok, Wajah Gadis Ini Hancur

1 comments

Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.

Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.

Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.



Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.

Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.

Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun), ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.



"Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya langsung dari mama," kata Terri seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (14/6/2012).

Julie meninggalkan Terri dan keluarganya, hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka bakarnya yang menyeramkan.

Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.

Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.

"Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya," kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.









READ MORE ...

Karena Rokok sang Ibu, Wajah Gadis Menjadi Menakutkan...

1 comments

Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.

Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.

Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.

Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.

Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.

Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun),ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.

"Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya
langsung dari mama," kata Terri seperti dikutip dari Dailymail.

Julie meninggalkan Terri dan keluarganya,hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka
Bakarnya yang menyeramkan.

Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan
mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.

Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.

"Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya," kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.

"Saya tidak bisa masuk, tidak bisa melihat apa-apa. Saya keluar untuk mencari tahu apakah bisa menjebol jendela, tetapi tidak berhasil. yang bisa saya lakukan hanya berteriak 'anak saya terbakar'," lanjutnya.

Dalam wawancara itu, Julie juga mengungkap alasannya untuk kabur meninggalkan keluarganya. Ia mengaku dibayangi perasaan bersalah, hingga selalu berpikir untuk bunuh diri jika masih berada satu rumah dengan anak perempuan tercintanya tersebut.

Julie dan anaknya, Terri sempat beberapa kali bertemu tetapi tidak terlalu banyak membicarakan masa lalu karena waktu itu Terri masih kecil. Sekarang, Terri merasa sudah cukup dewasa untuk mengungkap masa lalunya. Ia sudah memaafkan ibunya atas kebakaran yang merampas wajahnya,
namun jauh lebih sulit memaafkan kepergian ibunya setelah peristiwa itu.


READ MORE ...

Karena Rokok sang Ibu, Wajah Gadis ini Menjadi Menakutkan

1 comments

[imagetag]
Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.
Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.
Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.
Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.
Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.
Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun),ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.
“Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya
langsung dari mama,” kata Terri seperti dikutip dari Dailymail.
Julie meninggalkan Terri dan keluarganya,hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka
Bakarnya yang menyeramkan.
Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan
mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.
Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.
“Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya,” kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.

“Saya tidak bisa masuk, tidak bisa melihat apa-apa. Saya keluar untuk mencari tahu apakah bisa menjebol jendela, tetapi tidak berhasil. yang bisa saya lakukan hanya berteriak ‘anak saya terbakar’,” lanjutnya.
Dalam wawancara itu, Julie juga mengungkap alasannya untuk kabur meninggalkan keluarganya. Ia mengaku dibayangi perasaan bersalah, hingga selalu berpikir untuk bunuh diri jika masih berada satu rumah dengan anak perempuan tercintanya tersebut.
Julie dan anaknya, Terri sempat beberapa kali bertemu tetapi tidak terlalu banyak membicarakan masa lalu karena waktu itu Terri masih kecil. Sekarang, Terri merasa sudah cukup dewasa untuk mengungkap masa lalunya. Ia sudah memaafkan ibunya atas kebakaran yang merampas wajahnya,
namun jauh lebih sulit memaafkan kepergian ibunya setelah peristiwa itu.

http://www.uf1.info/2012/06/karena-rokok-sang-ibu-wajah-gadis-menjadi-menakutkan.html

READ MORE ...