Showing posts with label Gadis. Show all posts
Showing posts with label Gadis. Show all posts

Gadis Cantik Dengan Misi Mencium 100 Pria Asing di Paris

0 comments

Yang Ya-ching, Seorang blogger berkebangsaan Taiwan memiliki misi untuk mencium 100 pria tak dikenal di Paris. Ia berumur 27 tahun dan sedang bersekolah di Paris. Dengan hasrat untuk mengenang keberadaannya di kota ini dia memulai misinya dengan mencium salah seorang pekerja advertising yang sedang memasang billboard. 
Tindakannya ini menimbulkan kontroversi sendiri di blog pribadinya. Menurut Taipei Times, para lelaki Taiwan agak cemburu dan menyesalkan kenapa misi ini dilakukan di Paris bukannya di Taiwan sendiri. Sedangkan yang lain berkritik bahwa misi ini hanyalah salah satu alasan untuk dapat mencium pria tampan di Paris.
Setelah misi ini tercapai, Yang berniat untuk menuliskan pengalamannya di buku dan mengistirahatkan bibirnya, tentu saja, hihi…

Place Georges Pompidou
Quai d'Orsay
Amorino
Petit Pont
Parvis du Sacré-Coeu
Parvis du Sacré-Coeu
Paris Plages
Square du Vert Galand
Assemblée Nationale
Pont des Arts
Hôtel de Ville
Yang Ya-Ching
Photos courtesy Yang Ya-ching & photographer Xiang,zhen-hua


http://jempol-jempolan.blogspot.com/search/label/Aneh%20Tapi%20Ada

READ MORE ...

Karena Sebatang Rokok, Wajah Gadis Ini Hancur

1 comments

Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.

Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.

Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.



Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.

Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.

Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun), ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.



"Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya langsung dari mama," kata Terri seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (14/6/2012).

Julie meninggalkan Terri dan keluarganya, hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka bakarnya yang menyeramkan.

Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.

Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.

"Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya," kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.









READ MORE ...

WOW Lelaki India Ini Menikahi 60 Gadis

1 comments


Di Darjeeling, sebuah distrik dimana terdapat kebun teh pegunungan di propinsi Bengal Barat India, seorang pria berusia 27 tahun telah ditangkap karena pembodohan 60 perempuan agar menikahi dia dan kemudian menjual mereka ke pelacuran.

Bikky Biswarkarma berpura-pura menjadi tentara dengan gaji tinggi yang sedang berlibur ketika selama periode lima tahun, ia menikah setidaknya 60 gadis dan kemudian dijual ke rumah pelacuran di Mumbai dan Pune, kota-kota di negara barat Maharastra, untuk 70,000-100,000 rupee ($ 1.500 - $ 2.000). (Rp. 13.500.000 - 18.000.000).

Ia mengaku sebagai orang tentara cuti saat dia ... ingin menikah sebelum ia kembali bekerja.Dia akan sering mengubah taktik untuk memikat gadis-gadis dari keluarga miskin di kebun teh dan desa-desa, "kata kepala polisi distrik, Debendra Prasad Singh.

Biswakarma termasuk jenis orang yang tega. Dia akan menyuruh istri barunya naik kereta api, mengatakan dia ingin istrinya bertemu saudara. Seorang pemilik rumah bordil kemudian akan tiba di tempat kejadian dan membujuk dia untuk pergi bersamanya. pahlawan kita ini kemudian akan meninggalkan istri barunya dan mencari lagi yang lain.

Sulit bagi polisi untuk mengambil tindakan dalam kasus ini, karena sedikit sekali laporan yang diterima dari keluarga korban yang tak tahu menahu kemana anak gadisnya, sehingga tak memberikan kabar.

Polisi telah berhasil menemukan sembilan perempuan sejauh ini dan ia telah didakwa dengan pelanggaran serius, termasuk perdagangan manusia .Diharapkan bahwa pengantin lain akan ditemukan segera terutama karena Biswakarma telah ditangkap. .indiadaily

READ MORE ...

Gadis Ini Pilih Bunuh Diri Karena Berwajah Cantik

1 comments


Seorang gadis berusia 14 tahun bernama Jade Stringer (14) bunuh diri dengancara gantung diri karena banyak yang cemburu atas kecantikan dan kepopulerannya. Demikian dilansir Daily Mail, Selasa (19/6/2012).


Jade meninggal enam hari setelah ditemukan tak sadarkan diri oleh sang ayah, David. Teman-temannya mengatakan jika Jade, yang berwajah cantik dan menarik, harus berhadapan dengan tekanan karena wajahnya selama beberapa bulan terakhir.

Tidak hanya itu. Jade diduga marah karena ponselnya disita oleh keluarganya karena menggunakannya secara berlebihan. Ia dilarikan ke RS Fairfield General Hospital, Metropolitan Borough of Bury, Greater Manchester, Inggris, pada 10 Juni namun kemudian meninggal dunia.

Teman-teman Jade, yang bersekolah di Haslingden High School,dekat Rossendale, Lancashire, mengatakan ia diejek karena berwajah menawan. Dalam ungkapan yang ditujukan ke Jade di Twitter dan Facebook menyatakan ia menjadi korban gangguan oleh banyak orang.

"Insiden ini tidak akan ditindaklanjuti dan kami tidak mencari orang-orang yang diduga terlibat dalam kejadian ini," demikian disampaikan juru bicara pihak kepolisian Greater Manchester.



http://forum.vivanews.com/aneh-dan-lucu/407377-gadis-ini-pilih-bunuh-diri-karena-berwajah-cantik.html

READ MORE ...

Karena Rokok sang Ibu, Wajah Gadis Menjadi Menakutkan...

1 comments

Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.

Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.

Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.

Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.

Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.

Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun),ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.

"Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya
langsung dari mama," kata Terri seperti dikutip dari Dailymail.

Julie meninggalkan Terri dan keluarganya,hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka
Bakarnya yang menyeramkan.

Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan
mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.

Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.

"Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya," kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.

"Saya tidak bisa masuk, tidak bisa melihat apa-apa. Saya keluar untuk mencari tahu apakah bisa menjebol jendela, tetapi tidak berhasil. yang bisa saya lakukan hanya berteriak 'anak saya terbakar'," lanjutnya.

Dalam wawancara itu, Julie juga mengungkap alasannya untuk kabur meninggalkan keluarganya. Ia mengaku dibayangi perasaan bersalah, hingga selalu berpikir untuk bunuh diri jika masih berada satu rumah dengan anak perempuan tercintanya tersebut.

Julie dan anaknya, Terri sempat beberapa kali bertemu tetapi tidak terlalu banyak membicarakan masa lalu karena waktu itu Terri masih kecil. Sekarang, Terri merasa sudah cukup dewasa untuk mengungkap masa lalunya. Ia sudah memaafkan ibunya atas kebakaran yang merampas wajahnya,
namun jauh lebih sulit memaafkan kepergian ibunya setelah peristiwa itu.


READ MORE ...

Karena Rokok sang Ibu, Wajah Gadis ini Menjadi Menakutkan

1 comments

[imagetag]
Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.
Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.
Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.
Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.
Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.
Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun),ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.
“Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya
langsung dari mama,” kata Terri seperti dikutip dari Dailymail.
Julie meninggalkan Terri dan keluarganya,hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka
Bakarnya yang menyeramkan.
Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan
mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.
Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.
“Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya,” kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.

“Saya tidak bisa masuk, tidak bisa melihat apa-apa. Saya keluar untuk mencari tahu apakah bisa menjebol jendela, tetapi tidak berhasil. yang bisa saya lakukan hanya berteriak ‘anak saya terbakar’,” lanjutnya.
Dalam wawancara itu, Julie juga mengungkap alasannya untuk kabur meninggalkan keluarganya. Ia mengaku dibayangi perasaan bersalah, hingga selalu berpikir untuk bunuh diri jika masih berada satu rumah dengan anak perempuan tercintanya tersebut.
Julie dan anaknya, Terri sempat beberapa kali bertemu tetapi tidak terlalu banyak membicarakan masa lalu karena waktu itu Terri masih kecil. Sekarang, Terri merasa sudah cukup dewasa untuk mengungkap masa lalunya. Ia sudah memaafkan ibunya atas kebakaran yang merampas wajahnya,
namun jauh lebih sulit memaafkan kepergian ibunya setelah peristiwa itu.

http://www.uf1.info/2012/06/karena-rokok-sang-ibu-wajah-gadis-menjadi-menakutkan.html

READ MORE ...

(Kisah Nyata) Isi Diary Lynn Gilderdale, Gadis yang INGIN MATI di Tangan Ibunya

1 comments

Hampir 17 tahun Lynn Gilderdale menderita penyakit Myalgic Encephalopathy atau ME yang mematikan. Selama itu pula keinginannya untuk bunuh diri selalu muncul. Keinginan Lynn akhirnya terwujud setelah sang ibu rela membantunya mengakhiri hidup.

Lynn Gilderdale 

Sebelum meninggal, Lynn meninggalkan diary atau catatan harian yang sangat mengharukan tentang keputusasaannya mengidap penyakit ME. Namun gara-gara membantu kematian anaknya, ibu Lynn sempat diadili karena kasus percobaan bunuh diri.

Lynn memang sudah meninggal dunia pada Desember 2008, namun catatan harian online yang pernah ia bagikan pada sahabatnya baru muncul baru-baru ini di media.

Berikut ini adalah testimoni dari catatan harian berjudul 'Do Not Resuscitate' atau 'Jangan Bersandar' yang dibuat Lynn, seperti dilansir Timesonline, Kamis (28/1/2010),

"Saya tidak tahu bagaimana harus memulainya. Saya hanya ingin mati dan berharap semua orang mengerti dengan alasan dan keputusan saya. Saya sangat, sangat, sangat ingin mati karena sakit ini sudah tak tertahan lagi. Lebih dari 16 tahun saya mengidap penyakit mematikan ini, saya lelah dan merasa tidak bisa menanggung penyakit ini lagi untuk setiap detik, menit dan harinya.

Saya tidak bisa lagi menggantung harapan bahwa suatu hari saya bisa sembuh. Keputusan untuk mati ini sudah sangat lama dan keras saya pikirkan. Saya yakin hanya itu yang saya inginkan untuk saat ini. Meskipun hal ini sudah didiskusikan panjang lebar dengan orang tua saya, tapi mereka benar-benar tidak rela jika saya pergi.

Saya sudah coba mengakhiri hidup dengan menyuntikkan morfin dosis tinggi ke dalam pembuluh darah, tapi ternyata tubuh ini sudah toleran terhadap morfin. Dari situlah orang tua saya pertama kali tahu betapa depresinya saya. Saya sudah berusaha menyembunyikan perasaan tersebut dengan menampakkan wajah ceria di depan mereka. Tapi saya justru diberi obat antidepresi.

Obat-obatan berhasil membuat saya berhenti menangis terus menerus, tapi tidak bisa menghentikan keinginan saya untuk tidak berada di planet ini lagi. Tidak ada yang bisa mengubah pikiran itu. Saya tahu kemungkinan untuk sembuh dan menjalani hidup dengan normal seperti yang saya bayangkan sangatlah tipis.

Rahim saya sudah diangkat. Saya tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginan favorit saya untuk punya anak. Saat ini saya berusia 31 tahun dan seharusnya sudah punya pasangan. Tulang saya sudah oesteoporosis, setiap kali batuk atau bersin, risiko patah tulang bisa saja terjadi. Semua impian saya untuk bisa berenang, berperahu, berlari, bersepeda sudah sirna sejak saya mengidap penyakit ini di usia 14 tahun.

Tubuh ini sudah lelah dan semangat hidup saya sudah patah. Saya merasa cukup. Saya mengerti jika orang-orang mengira saya depresi berat, tapi keinginan untuk meninggalkan semua rasa sakit ini terus memuncak. Saya benar-benar ingin mati. Saya tidak tahu lagi berapa jam yang sudah saya habiskan untuk mendiskusikan keinginan ini dengan ibu. Tapi ia selalu berusaha mati-matian mengubah pandangan dan pola pikir saya.

Sampai saat ini saya masih bisa bertahan karena tabung-tabung medis, pompa dan obat-obatan. Tanpa semua teknologi modern ini, saya tidak akan ada disini. Bayangkan Anda berada di sebuah ruangan kecil dan terdampar di atas kasur selama 16 tahun. Bayangkan menjadi perawan di usia 30 tahun dan tidak pernah tahu rasanya ciuman. Bayangkan rasa sakit mempunyai tulang seorang wanita berusia 100 tahun dan tidak bisa bergerak kemana-mana karena risiko patah tulang. Bayangkan ibu Anda mengelap tubuh dan membersihkan kotoran Anda setiap saat. Bayangkan terpenjara di dalam hidup yang menyedihkan.

Saya tidak perlu membayangkan semua itu karena tubuh dan pikiran saya sudah hancur. Saya sangat putus asa dengan sakit ini. Saya mencintai kedua orang tua saya, tapi saya tidak bisa memberikan apa-apa untuk mereka. Saya justru menyandarkan hidup pada mereka dan menyita waktunya. Saya tahu hati mereka sebenarnya sangat hancur dan tidak ingin kehilangan saya. Bahkan mereka mengatakan lebih baik meninggal atau merasakan hal yang sama dengan saya. Saya sangat beruntung punya orang tua yang sangat luar biasa.

Tapi maafkan saya Ibu, Ayah, saya benar-benar ingin mati. Mereka terus menanyakan apakah hal itu yang benar-benar saya inginkan. Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya ini semua bagi mereka. Saya tahu mereka tidak ingin kehilangan saya, tapi di sisi lain mereka juga tidak ingin saya menderita terus menerus karena penyakit ini. Saya tahu saya sudah bersifat egois karena mendahulukan kepentingan saya di atas kepentingan mereka. Tapi saya tidak bisa melakukan hal ini seorang diri tanpa bantuan orang tua saya".


Catatan itu ditulis Kay pada awal tahun 2008, hingga akhirnya pada Desember 2008, sang ibu Kay Gilderdale merasa tidak punya pilihan lagi selain membantu anaknya mengakhiri hidupnya. Bukan karena ia ingin Lynn pergi meninggalkannya atau karena lelah berdiskusi dengannya, tapi karena ia ingin Lynn keluar dari kegelapan.

Kay yang merupakan mantan perawat itu akhirnya menyuntikkan morfin dengan dosis berlipat-lipat ganda pada anaknya. Tapi Lynn masih belum meninggal dengan suntikan morfin itu. Kay pun panik dan mencobanya lagi, tapi kali ini ditambah beberapa pil dan suntikan udara. Dan saat itulah Lynn akhirnya meninggal dunia.

Atas tuduhan membantu sang anak bunuh diri, Kay sempat dibawa ke pengadilan. Namun kurang dari 2 jam, ia dinyatakan tidak bersalah karena kasusnya bukan percobaan pembunuhan, tapi atas seizin anaknya.

Lynn terdiagnosa penyakit ME saat usianya 14 tahun. Penyakit itu mengubahnya dari seorang gadis remaja aktif menjadi seorang yang pendiam dan tak berdaya.

Penyakit ME atau yang dikenal dengan Chronic Fatigue Syndrome (CFS) mempengaruhi hampir semua bagian saraf dan sistem imun tubuh. Gejala umumnya adalah rasa lelah dan letih yang sangat parah, memiliki masalah ingatan, konsentrasi dan otot yang lelah. Akibatnya seseorang tidak akan bisa melakukan apapun dengan kondisi demikian.

Penyebab pasti penyakit ini sampai sekarang belum diketahui, tapi beberapa infeksi viral seperti demam yang berhubungan dengan kelenjar serta trauma bisa memicu penyakit ini. Tidak ada obat yang benar-benar efektif mengatasi penyakit ini.



http://www.forumkami.net/cafe/34000-isi-diary-lynn-gilderdale-gadis-penderita-me.html

READ MORE ...

Sakit Langka, Gadis Ini Dibuang Kedua Orangtuanya

1 comments



Liu Jiangli adalah gadis kecil asal Tionghoa ditinggalkan keluarganya karena kelainan pada kulitnya. Saat usianya dua tahun, ibunya telah meninggalkannya di rumah bersama sang ayah, tapi sayang tak lama kemudian ayahnya pun membuang dia ke sebuah TK dan tak pernah kembali lagi.

Pihak sekolah sempat memasang iklan agar orang tua Liu Jiangli segera menjemput putri mereka karena wajah Liu Jiangli membuat anak-anak lain ketakutan

Hampir seluruh sisi kiri badan gadis usia 6 tahun ini dipenuhi oleh bulu-bulu hitam. Hal inilah yang membuatnya mendapat julukan “little monkey” oleh orang-orang di sekitarnya.

Bulu hitam yang menutupi tubuhnya kini telah mencapai 60 persen. Liu Jiangli, dari Zhongjie desa, Qingzhen, barat daya China Provinsi Guizhou, juga memiliki rambut hitam dalam telinga kirinya.

Kini, Liu hidup bersama Mingying, seorang petani jagung. Mingying mengaku mengaku sebetulnya dia juga tidak nyaman dengan kondisi anak asuhnya tersebut, karena sering menjadi bahan ejekan.

Hingga saat ini belum ada diagnosis pasti tentang kondisi gadis mungil ini. Namun diperkirakan bocah malang ini mengderita Hypertrichosis Universalis yang juga dikenal sebagai Werewolf Syndrome. Hampir 60 persen tubuh Liu Jiangli ditutupi bercak hitam dan bulu kasar.
















http://forum.vivanews.com/internasional/406772-sakit-langka-gadis-ini-dibuang-ibunya.html

READ MORE ...

Aksi Heroik Pria Ini Selamatkan Gadis Cilik China

1 comments

Zhou Chong, pemuda China yang mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan memanjat gedung bertingkat demi menyelamatkan bocah yang terjebak dan terancam jatuh dari ketinggain 20 meter.


Seorang pemuda China mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan memanjat gedung bertingkat demi menyelamatkan gadis cilik yang terjebak dan terancam jatuh dari ketinggain 20 meter. Pemuda itu memanjat dinding luar gedung tanpa menggunakan alat bantu dan pelindung.

"(Merupakan hal) mudah bagi saya untuk melakukan itu". Itulah kata-kata yang meluncur dari mulut Zhou Chong (23 tahun), pemuda yang memanjat bangunan di Guangzhou, China selatan, untuk mencegah seorang bocah jatuh dari ketinggian 20 meter. 

Zhou memanjat keluar jendela dan sepanjang sisi bangunan untuk menopang bocah, yang kepalanya terjebak di pagar besi, selama hampir 10 menit sebelum anak itu diselamatkan pihak berwajib.

Setelah penyelamatan dramatis pada 3 Juni tersebut, Zhou, yang berada di kota itu untuk mencari pekerjaan, pergi begitu saja. Keluarga gadis cilik itu bahkan tidak sempat mengucapkan berterima kasih padanya.

Media setempat menemuinya setelah rekaman CCTV tentang penyelamatan itu disiarkan. Harian Inggris, Telegraph, melaporkan, aksi penyelamatan itu tampak menjadi hal yang mudah bagi Zhou karena dia punya latar belakang sebagai pekerja konstruksi.

"Saat itu saya tidak berpikir banyak dan saya tidak ingin mendapatkan apa-apa. (Itu) mudah untuk saya lakukan," katanya.

Zhou kemudian diberi hadiah sekitar 7.900 dollar AS (Rp 74 juta) dan ditawari pekerjaan oleh pemerintah lokal, lapor harian China Daily.

Shi Qizhu, kepala distrik Tianhe di Guangzhou, mengatakan, "Zhou menyelamatkan nyawa seorang gadis dan ia mempertaruhkan keselamatan sendiri. Sebagai pemerintah daerah, kami tidak akan melupakan hal itu." 




http://internasional.kompas.com/read/2012/06/12/10025283/Seorang.Hero.Selamatkan.Gadis.Cilik.China

READ MORE ...