Showing posts with label Rumah. Show all posts
Showing posts with label Rumah. Show all posts

5 Robot Canggih Untuk Membantu Pekerjaan Ibu Rumah Tangga

24 comments

type='html'>Selain menyewa pembantu rumah tangga ternyata kini kemajuan tekno logi sudah menciptakan beberapa robot yang dapat membatu pekerjaan seorang Ibu dalam rumah tangga.
Nah berikut ini ada beberapa robot canggih yang sudah di buat yang berbfungsi membantu para ibu rumah tangga dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mau tahu robot apa saja itu? Simak berikut ini:

 
1. Mint Plus


Ketika lantai sudah kotor biasanya yang akan dilakukan ibu rumah tangga adalah dengan mengepelnya, namun jika yang kotor terlalu banyak bisa menumbulkan rasa malas untuk mengepel lantai, nah inilah kenapa robot bernama Mint Plus diciptakan, robot yang satu ini dapat mempermudah kerja ibu rumah tangga dalam membersihkan lantai sebab robot ini dapat mengepel dengan sendirinya. Robot ini dijual dengan harga 300 dolar AS.


2. Robot Pembersih WC iRobot Looj



Ketika wc sudah kotor dan berbau tidak enak biasanya ibu rumah tangga menjadi malas untuk membersihkanya, nah inilah kenapa robot iRobot Looj diciptkan. Robot yang satu ini dapat membersihkan wc kamu dengan bersih. Untuk mendapatkan robot ini kamu harus mengeluarkan uang sebesar 150 Dolar AS.


3. Autom (Intsrukturk Olahraga)



Bagi ibu ibu yang suka olahraga maka robot yang satu ini akan sangat berguna sekali, sebab robot ini bisa menjadi instruktur olahraga jadinya ibu bisa berolahraga di rumah sambil ditemani dengan robot ini.


4. Rovio Robot Satpam Rumah

 

Robot yang satu ini akan sangat membatu ibu rumah tangga yang tingal di kawasan yang tidak aman sambil memasak sang ibu bisa mengawasi sekeliling rumahnya dengan bantuan robot ini.  Selain itu robot ini juga bisa membatu ibu mengawasi anaknya yang masih kecil.


5. iRobot Roomba robot Pembersih Segala Medan Kotoran

 

Sementara iRobot Roomba, tidak hanya membersihkan lantai keramik dan kayu dari debu dan kotoran, bahkan lumpur atau sisa makanan yang menempel di atas karpet lantai. Kelebihan iRobot Roomba dengan robot lainnya adalah memiliki ujung sikat yang beragam disesuaikan dengan tempat, serta dilengkapi dengan filter vacoom cleaner yang menjangkau sudut kecil sekalipun. Untuk memiliki robot yang satu ini Anda harus merogeh kocek sedalam 350 dolar AS.

READ MORE ...

Kreatif, Membangun Rumah Artistik Dengan Modal Jendela Bekas

14 comments

type='html'>Terletak di pegunungan Virginia Barat, fotografer Nick Olson dan desainer Lilah Horwitz telah membangun rumah mempesona yang terbuat dari jendela bekas yang dibuang pemiliknya.

Pondok kecil yang dibuat di pegunungan itu menawarkan fasad kreatif yang terbuat dari jendela dari berbagai ukuran, memberikan sentuhan artistik baik pedesaan dan modern.

Mereka memanfaatkan material dari gudang yang tidak digunakan lagi oleh pemilik lamanya. Duo kreatif itu mampu membangun kabin kaca yang sangat artistik dengan biaya hanya sekitar US$500.

Olson mengatakan, "Kami mampu mewujudkannya karena kita adalah seniman dan 'pencipta'. Kita harus pandai untuk melakukannya dengan murah. Ini berarti saat membangun kita makan kacang dan beras sementara mendedikasikan waktu dan energi untuk membangun rumah."


















Sumber :
uniqpost.com

READ MORE ...

Cara Alami Mengusir Serangga dan Tikus dari Rumah

3 comments

type='html'>Apakah rumah Anda banyak kecoa, semut, nyamuk, dan tikus? Bila iya maka tips berikut ini akan sangat membantu Anda untuk menjauhkan hewan-hewan pengganggu itu dari rumah Anda.

Cara alami ini menggunakan sesuatu yang memang tidak disukai oleh hewan-hewan pengganggu seperti di atas. Semua bahannya relatif mudah untuk dicari.


Bahan-bahan yang perlu disiapkan

1. Merica Butir



2. Minyak Serai



3. Jeruk Nipis




4. Buah Mengkudu



5. Kain Kasa



6. Kain Lap



7. Karet Gelang




Cara Membasmi Kecoa

  1. Haluskan merica butir
  2. Tempatkan dalam kain kasa
  3. Ikat dengan karet gelang dan buat beberapa buah
  4. Letakkan di tempat-tempat yang menjadi sarang atau tempat lalu-lintas kecoa.


Cara Membasmi Nyamuk

  1. Sekarang mulai banyak dijual sari pati serai atau biasa disebut minyak serai.
  2. Gunakan minyak serai sebagai pengusir nyamuk.
  3. Caranya, teteskan sekitar 10 tetes minyak serai ke dalam 1 liter air untuk ngepel lantai.
  4. Aroma serai akan mengusir nyamuk.
  5. Lakukan secara teratur setiap hari agar nyamuk tidak berani mendekat.

Cara Membasmi Semut


  1. Gunakan perasan air jeruk nipis untuk menghilangan semut.
  2. Caranya, peras jeruk nipis dan campur airnya ke dalam 50cc air.
  3. Celupkan kain lap, dan gunakan kain itu untuk membersihkan tempat berkumpulnya semut atau jalur yang biasa dilewati semut.

Cara Membasmi Tikus


  1. Gunakan buah mengkudu yang sudah masak.
  2. Kenakan sarung tangan, lalu potong-potong buah tersebut.
  3. Sarung tangan diperlukan untuk menghindari getah buah mengkudu, sebab jika terkena tangan getahnya dapat menimbulkan rasa gatal.
  4. Letakkan potongan buah di dalam beberapa wadah lalu tempatkan wadah-wadah tersebut di sudut-sudut yang sering dilalui tikus atau pada tempat-tempat di mana tikus bersarang.
  5. Bau buah mengkudu akan membuat tikus kabur dan kapok datang lagi.

Sumber :
tribunnews.com

READ MORE ...

8 Rumah Keren yang Terbuat Dari Alam

2 comments

type='html'>
1. The House of Stone, Fafe, Portugal


Dua buah batu besar ini disusun untuk dijadikan batu. Mereka menambahkan atap dan melubangi batu sebagai jendela agar sirkulasi udara berjalan lancar. Bahkan semua parabot di dalamnya juga terbuat dari batu. Berminat merasakan hidup di jaman batu seperti Flinstones? unikgaul.com


2. Meteora Monasteries, Thessaly, Yunani


 Di tebing yang tinggi rumah ini pun berdiri. Memanfaatkan batu tebing yang kokoh rumah ini pun dibangun seperti kastil. Kira-kira kalau mau ke sana gimana ya?unikgaul.com


3. House on the Drina River, Bajina Basta, Serbia


Rumah di atas tebing sudah ada nah ini lebih ekstrim lagi. Rumah ini dibangun di atas batu yang berada di tengah sungai. Enak juga punya rumah seperti ini kayaknya.unikgaul.com


4. Nottingham Cave Houses, East Midlands, Inggris


 Zaman dulu membangun rumah tidak seperti sekarang. Mereka menggunakan batu tebing yang solid dan dilubangi untuk pintu serta sirkulasi udara. Seperti bangunan ini yang menyerupai gua dan terlihat menyeramkan.unikgaul.com


 5. House Beyond in Hiroshima, Jepang


Bosan dengan kehidupan kota terkadang membuat orang ingin mendekatkan diri kepada alam. Seperti orang Jepang ini yang membangun rumah di atas pohon. Rumah ini oleh Kenjiro Okazaki digunakan untuk menyendiri mencari inspirasi apa yang akan ditulis dibukunya nanti.unikgaul.com


6. Turf houses, Islandia


Dari kejauhan rumah ini terlihat seperti bunker. Dibangun dari bukit dengan atap yang tertutup rumput. Dahulu kala di Islandia mereka membangun rumah seperti ini dengan menggali tanah. Iklim yang dingin di sana membuat mereka merasa hangat dengan bentuk rumah seperti ini.


7. Kandovan Village, Azerbaijan Province, Iran


Rumah ini terlihat seperti rumah semut yang biasa kita lihat di pelajaran Biologi. Namun ini adalah rumah manusia yang berada di daerah Kandovan, Iran. Rumah ini dibentuk dari abu gunung berapi yang kemudian dilubangi untuk pintu dan jendela dan di dalamnya kemudian ditata kembali.


8. Marhala Hotel, Matmata, Tunisia


Ingin merasakan tinggal di zaman dahulu hidup di rumah batu? Datang saja ke Tunisa tepatnya di Hotel Marhala. Anda akan merasakan bangunan kuno yang memang terbuat dari batuan solid. Sepertinya dingin tinggal di rumah seperti ini.

READ MORE ...

Kisah Rumah Hantu AmityVille

2 comments

type='html'>
Melihat kasus rumah berhantu yang pernah admin anehdidunia.com tulis seperti kisah nyata film the conjuring ternyata mendapat respon yang bagus dari pengunjung blog tercinta kita ini. Banyak yang komen atau like untuk update di @anehdidunia. Berikut kisah rumah hantu yang tak kalah serunya yaitu kasus rumah hantu The Amityville yang mungkin sebagian dari anda sudah mengetahuinya, namun tak ada salahnya untuk membacanya lagi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSjAwD3eL6PzESi4sAar3ZviRa93yURi8PPWxonzos2DDKQIvccUmSvc3r3IJR-LxP2_3sirWsmngXRNeBrmijCc7blrPyuShk-QHTgO_hnIUCbFyiExZaiRxbPbuVGUQUah9_oU_Ln6GT/s320/film-The-Amityville-Horror.jpg

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York. Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut. Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story.

Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror
Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.

Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun sahabat anehdidunia.com mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).

Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.

Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.


Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:
  • George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.
  • Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.
  • Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.
  • Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
  • Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
  • Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.
  • Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.
  • George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
  • George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.
  • George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.
  • Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.
  • Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
  • Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.
  • Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
  • Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.
  • Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
  • George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
  • George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.
Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.

Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.

Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.

Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak bekerja secara langsung dengan Anson, namun disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi. Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya “The Amityville Horror” dari “The Dunwich Horror” karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.

Cerita “The Amityville Horror” dilanjutkan dengan seri buku yang dibuat oleh John G. Jones. Seri-seri tersebut adalah The Amityville Horror Part II (1982), Amityville – The Final Chapter (1985), Amityville – The Evil Escapes (1988) dan Amityville – The Horror Returns (1989).

Pada 1991, “Amityville – The Nightmare Continues” yang ditulis oleh Robin Karl diterbitkan.

Kritikan
Sebagian besar kontroversi yang melingkupi “The Amityville Horror” dapat ditelusur balik dengan cara melihat penjualan buku ini dari tahun ke tahun. Cover dari buku ini menunjukkan bahwa ditulis berdasarkan kisah nyata, berdasarkan pada peristiwa variabel. Sebuah komentar dari Los Angeles Times diperlihatkan di depan cover: “A FASCINATING, FRIGHTENING BOOK… THE SCARIEST TRUE STORY I HAVE READ IN YEARS”, dan dibawahnya dituliskan:”MORE HIDEOUSLY FRIGHTENING THAN THE EXORCIST BECAUSE IT ACTUALLY HAPPENED!” Tulisan ini menjelaskan bahwa buku ini lebih mengerikan daripada film The Exorcist karena berdasarkan kisah nyata. 

The Exorcist adalah sebuah film laris di tahun 1973 yang menceritakan kebiasaan lama di tahun 1970-an, yakni pengusiran setan atau roh jahat. Banyak peristiwa dari buku ini yang mirip dengan model cerita film The Exorcist, hal inilah yang menyebabkan munculnya kecurigaan. Joy Anson menjelaskan bahwa “Ada banyak bukti sederhana yang menguatkan, yang mendukung pernyataan keluarga Lutz atas peristiwa ini”, namun sebagian orang masih tidak percaya. Tidak lama setelah peluncuran buku pada September 1977, para penulis dan peneliti lain mulai mempelajari peristiwa di 112 Ocean Avenue, dan kesimpulan yang mereka dapatkan sering berselisih dengan yang ada di dalam buku Jay Anson. Perdebatan mengenai “The Amityville Horror” masih terus berlanjut, dan disamping ketiadaan bukti dari sebagian besar cerita, namun ia masih merupakan salah satu cerita horor paling populer di Amerika.

Informasi tambahan tentang Rumah Hantu Amityville
Buku “The Amityville Horror Conspiracy” yang dibuat oleh Stephen dan Roxanne Kaplan, yang mngkritik kejadian yang menimpa keluarga Lutz.

Selama keluarga Lutz tinggal dirumah 112 Ocean Avenue, Stephen Kaplan, seorang ahli vampir, dipanggil untuk menyelidiki rumah itu. Kaplan kemudian menulis sebuah buku kritis berjudul The Amityville Horror Conspiracy bersama istrinya Roxanne Salch Kaplan. Buku ini kemudian diterbitkan pada tahun 1995, dan Stephen Kaplan meninggal dunia disebabkan serangan jantung pada tahun yang sama.

Di malam 6 Maret 1976, rumah tersebut juga diselidiki oleh Ed dan Lorraine Warren, sepasang suami istri yang berprofesi sebagai demonologi, bersama dengan kru dari stasiun televisi Channel 5 New York. Selama penyelidikan dengan menggunakan sinar infra merah, terlihat gambaran yang menurut dugaan adalah seorang anak laki-laki demonic dengan mata menyala.  Rumah itu juga diselidiki oleh seorang parapsikologi, Hans Holzer. Warren dan Holzer berpendapat bahwa rumah tersebut diduduki oleh kekuatan jahat, berkaitan dengan sejarah masa lalu rumah tersebut.

Pada tahun-tahun terakhir, banyak situs yang dibuat untuk “The Amityville Horror”, baik yang mendukung maupun menolak peristiwa itu. Hampir setiap aspek mengenai cerita-cerita tersebut telah diperdebatkan, dan persaingan antara peneliti telah menjadi begitu panjang.

Rumah tersebut masih tersisa hingga kini, tetapi telah diperbaharui dan alamatnya diubah dengan maksud untuk mengelabui wisatawan. Jendela perempat yang terkenal juga telah dihilangkan, dan rumah tersebut menjadi sangat berbeda dari gambaran yang ada dalam filmnya. Rumah di Tom’s River yang dijadikan sebagai lokasi pembuatan film yang pertama juga telah dimodifikasi untuk alasan yang sama. Untuk versi film 1979 dan 2005, rumah tersebut diubah nomorya menjadi 412 Ocean Avenue. Dalam versi film 2005, disebutkan bahwa basement rumah keluarga Lutz itu dibangun tahun 1692, tetapi sesungguhnya rumah di 112 Ocean Avenue – yang juga dikenal dengan nama “Known Hopes” – dibangun sekitar tahun 1924 oleh Yohanes dan Catherine Moynahan.

Otoritas dan penduduk lokal di Amityville tidak begitu senang dengan perhatian orang terhadap “The Amityville Horror”, dan mereka cenderung tidak setuju untuk mendiskusikannya kepada publik.Situs Sejarah Masyarakat Amityville -Amityville Historical Society – juga tidak mancantumkan perihal pembunuhan yang dilakukan oleh Ronald DeFeo, Jr. ditahun 1974, ataupun peristiwa yang terjadi dengan keluarga Lutz saat tinggal dirumah 112 Ocean Avenue. Ketika History Channel akan membuat dokumenter seputar “The Amityville Horror” ditahun 2000, tidak ada masyarakat yang mau menceritakannya di depan kamera.

Sampai sekarang  The Amityville Horror masih menjadi misteri perbincangan masyarakat di Amerika, percaya atau tidak itu adalah hak pandangan masing-masing personal, mungkin bila disamakan dengan di Indonesia kisah ini seperti ‘Rumah hantu pondok indah’ yang saat ini masih menjadi misteri tabu.


referensi:http://www.amityvillemurders.com/history.html/http://www.beritaunik.net/misteri-dunia/menelusuri-misteri-rumah-hantu-amityville.html

READ MORE ...

Rumah Terbalik Yang Unik

1 comments

Inilah desain rumah terbalik yang dibuat oleh tukang kayu asal Gettorf, Jerman bernama Gerhard dan rekan-rekannya Gesellse Splettstößer dan Manfred Kolax. Rumah unik ini dibangun diatas bekas sebuah kebun binatang di Jerman dan dianggap menarik untuk dikunjungi oleh investor Hamburg Dirk Oster. Dan rumah ini sudah bisa dikunjungi sejak tahun 2010 lalu.










READ MORE ...

Ngeliat Rumah Cristiano Ronaldo Yuk...

1 comments

Pada tau kan dengan Cristiano Ronaldo kalo belum tau ini gambarnya gan Dia itu bintangnya Club Real Madrid siapa sih yang belum tau dia

ayo gan kita intip sedikit Rumahnya Si CR 7 
Bayangin Kalo ane punya rumah segede sama semewah ini

 
Penampakan rumahnya gan


Halamanya luas gan


Dalemnya gan


ini kamar gan, kamar anaknya kali ya gan


garasinya gan MOBILNYA


pintunya gan


ruang keluarga


kamar dia gan


Rumahnya Dari belakang

READ MORE ...

Meninggal Setelah Divonis Bersalah Karena Membakar Rumah Sendiri

0 comments


Ruang pengadilan terlihat mengerikan hari ini. Seseorang baru saja dihukum karena membakar rumahnya yang bernilai $3.500.000 dan meninggal di depan mereka.
Michael Marin, 53, dinyatakan bersalah oleh juri di Pengadilan di Maricopa Superior karena kasus pembakaran. Dia tampak terkejut dan menutup matanya saat putusan dibacakan sebelum kemudian terlihat memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dan menelannya dengan cairan dalam botol air plastik.
Dalam ruang sidang, ia beberapa menit kemudian jatuh ke lantai dan kejang-kejang. Bapak Marin dibawa ke sebuah rumah sakit di Phoenix, Arizona, di mana ia akhirnya dinyatakan meninggal.

Setelah diputuskan bersalah, lelaki ini terlihat memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya
Setelah diputuskan bersalah, lelaki ini terlihat memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya

Pria ini segera dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan pingsan
Pria ini segera dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan pingsan

Ketika pengadilan Marin mulai pada bulan Mei, jaksa mengatakan ia bisa menghadapi 16 tahun penjara jika ia dinyatakan bersalah.
Marin membakar rumah Phoenix nya pada tanggal 5 Juli 2009 setelah gagal untuk menjual di lelang amal.
Penyelidik Pemadam Kebakaran menetapkan api itu sengaja setelah menemukan beberapa titik asal kebakaran di seluruh rumah dengan luas 6.600 kaki persegi dengan 4 garasi.
Marin kemudian mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia melarikan diri setelah membakar rumah dengan mendaki dari lantai dua dengan menggunakan tangga tali dan mengenakan setelan scuba-diving.

Pria ini sangat merasa bersalah ketika juri memberikan putusannya
Pria ini sangat merasa bersalah ketika juri memberikan putusannya

Marin, ayah dari 4 anak dan kakek dari 2 cucu
Marin, ayah dari 4 anak dan kakek dari 2 cucu

Tidak ada yang terluka dalam kebakaran itu namun tuduhan melakukan pembakaran juga dikenai jumlah hukuman penjara yang sama di Arizona sebagai pembunuhan tingkat dua.
Jaksa mengklaim Marin membakar rumahnya karena putus asa ia tidak bisa lagi membayar cicilan.
Tes toksikologi akan dilakukan pada tubuh pria berusia 53 tahun bersama dengan air yang dia minum dari botol.
Marin, ayah dari empat anak dan kakek dari dua cucu, dihadiri Yale Law School. Dia adalah seorang mantan pedagang Wall Street yang mengoleksi seni termasuk sketsa Picasso dan menggambarkan dirinya sebagai 'careful thrill seeker' untuk Phoenix New Times setelah mencapai Gunung Everest dan perjalanan ke hutan-hutan Asia Tenggara. [hds/dailymail]

 Marin, mantan Wall Street Trader
Marin, mantan Wall Street Trader

Baju selam yang digunakan untuk melarikan diri
Baju selam yang digunakan untuk melarikan diri

Rumah yang diyakini sengaja dibakar
Rumah yang diyakini sengaja dibakar

Marin melarikan diri dari lantai 2 setelah membakar rumah
Marin melarikan diri dari lantai 2 setelah membakar rumah

READ MORE ...