Showing posts with label Pemuda. Show all posts
Showing posts with label Pemuda. Show all posts

Aksi Nekat, Pemuda Rusia Tancapkan Parasut ke Kulitnya

38 comments

type='html'>


Kelompok pecinta olahraga ekstrim asal Rusia melakukan aksi yang sangat tidak biasa. Mereka melakukan terjun payung dengan menancapkan parasut pada kulitnya.

Seperti diberitakan Metro, Selasa (10/12/2013), aksi kelompok ini dilakukan dengan cara parasut dikaitkan ke dalam kulit seseorang sehingga mereka dapat bergantung pada parasut tersebut.

Terjun payung tanpa tali pengaman yang telah dilakukan para pemuda ini didokumentasikan ke dalam kamera video dan disebar ke YouTube.

Aksi yang telah dilakukan oleh kelompok The SINNER ini pernah dilakukan beberapa orang pada 5.000 tahun silam dan kelompok asal Moskow, Rusia, ini melanjutkan tradisi nekat ini.

READ MORE ...

Kos-kosan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

14 comments

type='html'>
Indonesia dibangun di atas pondasi keberagaman, bukan mayoritas agama atau suku tertentu. Semangat ini tercermin dalam kisah Sumpah Pemuda. Para tokoh muda itu datang dari berbagai latar belakang yang berembuk bersama di ruang kos-kosan. Dan ternyata bapak kosnya orang Tionghoa.

Kalau Anda berkesempatan mengunjungi Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat, di sini deklarasi Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 terjadi. Tapi tahukah kalau tempat ini dulunya kos-kosan.


Para pemuda di depan rumah Kramat 106 / damniloveindonesia.com


Dalam Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda, gedung Kramat 106 menjadi tempat tinggal pelajar yang tergabung dalam Jong Java sejak 1925. Tokoh-tokoh kebangsaan seperti Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Tamzil, atau Assaat dt Moeda, pernah tinggal di sana.

Siapa pemilik rumah ini? Yakni Sie Kok Liong. Dialah "bapak kos" sejumlah pemuda yang mencatat namanya dalam sejarah dengan mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Kala itu, rumah kos di kawasan Salemba dan sekitarnya bermunculan lantaran asrama tidak bisa menampung mahasiswa dan pelajar dari luar kota.


Sie Kok Liong / israindonesia.com
 
kos-kosan Kramat 106 / negerihamesha.blogspot.com


Aktivis-aktivis kebangsaan lalu memilih rumah di Kramat 106 sebagai tempat pemondokan karena rumah kontrak sebelumnya di Kwitang terlalu sempit untuk menampung kegiatan diskusi politik dan latihan kesenian Jawa.

Sebenarnya peran Sie Kok Liong sangat besar. Menerima kehadiran pergerakan kebangsaan berarti risikonya ditangkap atau mati. Pihak penjajah kolonial bisa menyeretnya terkena kasus pemberontakan.

"Perlu keberanian luar biasa untuk menyediakan tempat buat kelompok pergerakan pada masa itu," kata Ketua Umum Suara Kebangsaan Tionghoa Indonesia, Eddie Kusuma, seperti dikutip dari Tempo.

Demikianlah, para pemuda ini menyewa gedung itu dengan tarif 12,5 gulden per orang setiap bulan, atau setara 40 liter beras waktu itu. Mereka memiliki pekerja yang mengurus rumah, yang dikenal dengan nama Bang Salim.

"Tamu yang menginap tidak dikenai bayaran, tapi harus mengusahakan makanannya sendiri," kata Dr Raden Soeharto, kostjongen dan peserta Sumpah Pemuda dalam buku Bunga Rampai, 50 Tahun Soempah Pemoeda.

[Catatan: kostjongen adalah istilah di jaman kolonial untuk anak kos laki-laki. Sedangkan kostmeisjes untuk anak kos perempuan. Dan pemilik kos biasa disebut kosthuis.]





Penghuni Kramat 106 juga sering berdiskusi soal konsep persatuan nasional. Gedung ini pun menjadi markas Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), yang berdiri pada September 1926, usai kongres pemuda pertama. Penghuni kontrakan, dengan payung PPPI, sering mengundang tokoh, seperti Bung Karno, untuk berdiskusi. Tema perbincangan misalnya mencari bentuk negara ideal bagi Indonesia.

Di gedung ini juga muncul majalah Indonesia Raya, yang dikelola PPPI. Karena sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis, tempat resmi pertemuan pemuda nasional. Sejak 1927, mereka memasang papan nama gedung itu di depan. Padahal Gubernur Jenderal H.J. de Graff sedang menjalankan politik tangan besi.


Indonesia Raya berkumandang saat 28 Oktober 1928 /  statik.tempo.co


Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mendeklarasikan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II di bangunan yang terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106 ini.

Kegiatan pemuda dialihkan ke Jalan Kramat 156 setelah para penghuni Kramat 106 tidak melanjutkan sewanya pada 1934.

























Sumber:
tempo.

READ MORE ...

Main Diablo 3 Selama 40 Jam Nonstop, Pemuda Taiwan Tewas

2 comments

type='html'>
tewas karena bermain game online
Bermain game online memang sangat mengasyikan bagi sebagian orang, dan bahkan ada yang sampai kecanduan dan rela berlama-lama di depan layar monitor selama berjam-jam tanpa tidur.
Kebiasaan ini tentu saja berdampak buruk pada kesehatan, dan tidak jarang berakhir dengan kematian, seperti yang baru-baru ini terjadi pada seorang pemuda asal Taiwan yang meninggal dunia akibat bermain game internet selama hampir dua hari nonstop.
Pemuda berusia 18 tahun yang hanya diidentifikasi dengan nama keluarganya, Chuang, meninggal dunia di sebuah kafe internet setelah bermain game komputer online populer Diablo 3 selama 40 jam penuh.
Chuang dilaporkan bermain game internet itu tanpa makanan selama hampir dua hari.
Dia memesan ruangan pribadi di kafe internet di Tainan, Taiwan selatan, sekitar tengah hari pada 13 Juli, dan mulai main game Diablo 3.
Dikutip dari Dailymail, seorang pembantu menemukan Chuang tertidur di meja pada pagi hari pada tanggal 15 Juli dan mencoba membangunkanya.
Menurut laporan AAP, Chuang bangun dan kemudian roboh setelah beberapa langkah.
Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di sebuah rumah sakit setempat.
Saat ini pihak kepolisian setempat sedang menyelidiki penyebab kematian dan sedang melakukan autopsi.
Mereka berspekulasi bahwa berjam-jam dalam posisi yang sama menciptakan masalah kardiovaskular bagi Chuang, sehingga ia meninggal.
Diketahui, ini merupakan kematian kedua di Taiwan yang berhubungan dengan game online dalam tahun ini.
Sebelumnya pada Februari, seorang pria di New Taipei ditemukan tewas setelah bermain selama 23 jam non stop. Dan penyebab kematiannya dilaporkan adalah serangan jantung.

READ MORE ...