Showing posts with label Darah. Show all posts
Showing posts with label Darah. Show all posts

Perempuan Ini Bisa Mengeluarkan Air Mata Darah

45 comments

type='html'>

Seorang perempuan asal Republik Dominika bernama Delfina Cedeno menderita penyakit yang langka. Perempuan berusia 19 tahun tersebut mengeluarkan air mata dan keringat darah.

Cedeno juga mengeluarkan darah dari sela kuku, pusar, dan lubang hidungnya. Dia telah menderita penyakit sejak empat tahun lalu.


Cedeno awalnya sangat bingung dengan kondisi dirinya. Banyak kerabatnya tidak percaya sampai mereka benar-benar melihat darah yang keluar dari seluruh tubuh perempuam malang ini.

"Pada awalnya, tidak ada yang bisa membantu saya dan mereka menatapku seperti orang gila ketika aku mengatakan kepada mereka apa yang sedang terjadi," ujar Cedeno, seperti dikuttip Oddity Central, Kamis (12/12/2013).






“Saya pernah mengeluarkan darah selama 15 hari sampai saya membutuhkan transfusi darah. Saya tidak tahu harus berbuat apa, saya sangat takut dan stres,” lanjutnya.

Pihak dokter berhasil mendiagnosa kondisi langka yang diderita Cedeno. Dia mengidap hematidrosis yang menyebabkan tubuhnya memiliki 20 kali tingkat adrenalin dari orang normal. Perempuan tersebut mengeluarkan darah ketika tekanan darahnya naik pesat.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Indian Journal of Dermatology menyatakan pembuluh darah di sekitar kelenjar keringat menyempit selama stres yang ekstrim. Pembuluh darah melebar ke titik pecah dan darah masuk ke dalam kelenjar keringat. Darah akan bercampur dengan keringat dan didorong ke permukaan kulit.

READ MORE ...

Ilmuwan Berhasil Menciptakan Darah Buatan dari Ekstrak Cacing Laut

4 comments

type='html'>Ilmuwan berhasil mengkreasikan darah buatan dari bahan garam mineral, air, dan protein hemerythrin yang diekstrak dari cacing laut.

Radu Silaghi-Dumitrescu dari Babes-Bolyai University di Cluj-Napoca berharap bahwa darah buatan itu bisa mencukupi permintaan darah dan mencegah penularan penyakit lewat transfusi.


Silaghi-Dumitrescu yang menciptakan darah buatan itu bahkan berangan-angan bahwa di masa depan mungkin akan ada produk darah instan. Darah instan itu layaknya kopi instan atau minuman kemasan sachet, bisa digunakan setelah dicampur dengan air.

Upaya Silaghi-Dumitrescu adalah suatu keberhasilan. Selama ini, usaha mengkreasi darah buatan selalu gagal karena senyawa yang dipakai tak tahan tekanan fisik dan kimia.

Silaghi-Dumitrescu memakai hemerythrin dari cacing laut karena dipandang lebih tahan tekanan daripada hemoglobin. Hemoglobin adalah protein darah yang berfungsi mengikat oksigen, membantu transfer oksigen ke setiap sel tubuh.


Darah buatan Silaghi-Dumitrescu telah diujicobakan pada mencit, dan hewan percobaan tak mengalami efek samping. "Mencit yang diuji coba dengan darah buatan 'Made in Cuj' tidak mengalami efek samping, dan ini yang kita inginkan," katanya seperti dikutip Softpedia.

Darah buatan ini diharapkan bisa menggantikan fungsi darah asli pada manusia selama beberapa jam atau mungkin sehari penuh.

Dalam jangka waktu tersebut, tubuh seseorang yang kehilangan banyak darah bisa menghasilkan darah yang cukup untuk menggantikannya lagi. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, darah buatan ini akan diujicobakan pada manusia.


Sumber :
kompas.com

READ MORE ...

Fosil Nyamuk 46 Juta Tahun: Memang Penghisap Darah

4 comments

type='html'>
Saat menggali di daerah pegunungan Montana, AS, tak sengaja tim ilmuwan dari National History Museum Smithsonian menemukan fosil nyamuk yang  terbungkus baik di dalam serpihan batu lumpur.

 
 
 
Setelah diteliti, mereka menyatakan bahwa fosil nyamuk yang ditemukan diperkirakan hidup di pertengahan Zaman Eosen, yaitu sekitar 56 sampai 33,9 juta tahun lalu. Zaman Eosen terkenal dengan periode di mana konsentrasi karbon di atmosfer sangat rendah, sehingga menyebabkan kepunahan besar di Bumi.

"Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk telah menghisap darah selama jutaan tahun lalu. Itu dibuktikan dengan adanya darah di dalam perut nyamuk yang masih terawat dengan baik," kata Dr Dale Greenwalt, Paleobiologist dari National History Museum Smithsonian.

Menarik, fosil nyamuk tersebut masih menyimpan darah yang dikonsumsi dari mangsanya. Sehingga menimbulkan rasa penasaran para ahli, mahluk jenis apa yang dihisap darahnya.

"Saat ini, kami belum mengetahui siapa yang menjadi mangsa nyamuk itu. Tim sedang meneliti lebih jauh zat besi yang ada di dalam di perut fosil nyamuk itu. Kami sangat penasaran nyamuk itu menghisap darah makhluk apa," ujar Greenwalt.

Hasil temuan pun kembali membuktikan bahwa molekul organik dapat diawetkan dalam waktu puluhan juta tahun.

Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.













Sumber:
viva.

READ MORE ...